SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
a.
Topik Permasalahan : Cara Mengatasi Masalah Belajar
b.
Tugas Perkembangan : siswa dapat belajar dengan giat dan
semangat lagi
dalam mencapai
kesuksesan
c.
Bidang Bimbingan : Bimbingan Sosial
d.
Jenis Layanan : Orientasi
e.
Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengentasan
f.
Tujuan Layanan : 1. Siswa dapat memahami bagaimana
cara
mengatasi malas belajar
2. siswa dapat menggali kemampuan dalam bidang
masing-masing
3. siswa dapat berprestasi
g. Sasaran Layanan : Kelas 1 SLTP
h. Uraian Kegiatan : 1. Guru memberikan penjelasan
tentang pengertian belajar ,manfaat belajar dan cara
mengatasi malas
belajar
2. Siswa diberikan arahan-arahan, Agar
siswa dapat tau,betapa
pentingya ilmu pendidikan.
i.
Metode : ceramah,
diskusi dan Tanya jawab
j. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Kelas 1
k. Waktu Penyelenggaraan : 45 menit
l. Penyelenggara Layanan : Guru
BK
m. Pihak yang disertakan : Siswa,
Guru, dan wali siswa
n. Alat Perlengkapan : invocus,
papan tulis
dan spidol
o. Rencana Penilaian dan tindak Lanjut layanan adalah para
siswa asuh dapat memahami apa yang di sampaikan oleh penyelengaara
layanan
o
Laiseg
: peserta didik
memahami pengertian belajar, manfaat
belajar, cara mengatasi malas belajar dan siswa merasa
senang mendapatkan informasi yang baru.
o
Laijapen: para peserta siswa asuh dapat menikmati orientasi ini dengan
baik dan tidak bosan
o
Laijapang: siswa asuh dapat
menjalankan apa yang telah mereka dapatkan tentang belajar
P. Keterkaitan layanan ini : Tampilan
kepustakaan, Himpunan data dengan kegiatan Pendukung
q. Catatan Khusus : siswa asuh dapat lebih berfikir
positif dengan belajar dan bisa
mengatasi cara malas belajar
Mengetahui , Bengkulu, 03 April 2013
Kepala Sekolah Guru BK
Isti kusairi M.pd Ria Alen Seftina
Kata
Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT,
yang telah memberikan kesehatan dan ilmu kepada kami untuk menyelesaikan
makalah Satuan Layanan ini. Tanpa-Nya kami tidak bisa menyelesaikan makalh
layanan BK 1 tentang “Cara Mengatasi Malas Belajar”
Tujuan pembuatan makalah ini adalah
untuk menjelaskan pengertian belajar, manfaat belajar dan
cara mengatasi malas belajar.
Terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam menyusun makalah ini, dan dosen yang tidak
henti-hentinya memberikan kami ilmu yaitu bapak Drs. Syariman , M.pd.
Kritik dan saran sangat kami
perlukan untuyk perbaikan lebih lanjutnya, seperti pepatah mengatakan ‘ tak ada
gading yang tak retak’.
Bengkulu, April 2013
Penulis
Daftar
isi
Kata pengantar ...........................................................................
i
Daftar isi ..........................................................................
.ii
BAB I
PENDAHULUAN.................................................................1
A. LATAR
BELAKANG MASALAH...................................1
B. RUMUSAN
MASALAH...................................................1
C. TUJUAN............................................................................1
BAB II
PEMBAHASAN...................................................................2
1. PENGERTIAN
BELAJAR................................................2
2. MANFAAT
BELAJAR……..............................................2
3. CARA
MENGATASI MALAS BELAJAR.......................3
BAB III PENUTUP............................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
a. Latar
Belakang
Belajar
merupakan kegiatan esensial dalam pengajaran, juga terkait dengan berbagai
faktor yang dapat memberikan perubahan pada siswa. Faktor siswa, guru serta
faktor lingkungan secara menyeluruh merupakan faktor-faktor yang berpengaruh.
Menurut T. Raka Joni (1981) bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang
disebabkan oleh matangnya seseorang atau perubahan yang bersifat temporer.
b.
Rumusan masalah
Dari
beberapa uraian diatas, dapat kita ambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa
yang dimaksud dengan belajar?
2. Apa
saja manfaat belajar?
3. Bagaimana
cara mengatasi malas belajar?
c.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian belajar .
2. Untuk
mengetahui manfaat belajar .
3. Untuk
mengetahui bagaiman cara mengatasi malas belajar.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian
Belajar
Mendengar
kata belajar mungkin sudah tidak terasa asing lagi di telinga semua orang yang
hamper membuat kebanyakan orang menjadi “ALERGI” untuk mendengarnya. Karena
yang terbayang dibenak semua orang adalah setumpuk buku-buku yang ada di
hadapan mereka untuk dibaca dan dipelajari semuanya, yang akan menjadi
membosankan. Kenapa orang-orang trsebut merasa bosan dengian orang-orang
tersebut yang berasumsi bahwa mereka sudah lama lulus sekolah, jadi untuk apa
belajar. Orang seperti itu berfikir demikian karena mereka tidak melihat atupun
belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatn “belajar”.
Dalam
dunia usaha kata belajar itu sangat menjadi keharusan. Tanpa belajar, pelaku
usaha akan terasa bahwa usahanya akan jauh tertinggal dan tersingkirkan dari
persaingan, karena dengan belajar menumbuhkan inovasi, inovasi melahirkan
perubahan positif yang diperlukan dalam usaha. Belajar juga harus membutuhkan
waktu yang sangat cepat, bahkan lebih cepat dari pesaing-pesaing, agar usaha
yang dijalankan berjalan dengan pesat.
Belajar merupakan kegiatan esensial dalam pengajaran, juga
terkait dengan berbagai faktor yang dapat memberikan perubahan pada siswa.
Faktor siswa, guru serta faktor lingkungan secara menyeluruh merupakan
faktor-faktor yang berpengaruh. Menurut T. Raka Joni (1981) bahwa belajar
adalah perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh matangnya seseorang atau
perubahan yang bersifat temporer.
1.2
Manfaat Belajar
Manfaat
belajar diantaranya adalah :
o
Dengan belajar dapat menumbuhkan kebiasaan
pada diri orang tersebut.
o
Dengan belajar dapat menumbuhkan
motifasi pada diri orang tersebut dan dapat menjadikan seseorang sukses.
o
Dengan belajar akan menambah banyak ilmu
pengetahuan.
o
Dapat menjadi orang yang diperlukan bagi
lingkungan kita.
o
Dapat menambah keterampilan pada diri
kita.
Dengan
belajar inilah akam menghasilkan sesuatu yang lebih baik pula. Prinsip dari
belajar itu sendiri adalah komitmen. Komitmen secara fisik, mental dan
emosional. Komitmen fisik itu adalah menyediakan waktu khusus untuk belajar,
terlibat scara fisk dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun
mencatat hal-hal penting yang didapat dalam belajar. Komitmen secara mental
memprose informasi yang didapatkan(bukan skedar mendengar informasi selintas
dengan dari kuping kiri ke kuping kanan saja). Komitmen secara emosional adalah
dengan menerapkan rasa “senang” dan “suka” dalam belajar pelajaran maupun
sesulit apapun.
1.3 Cara
Mengatasi Malas Belajar
Hampir
sebagian orang jika melakukan kegiatan belajar, pembawaannya berat dan malas
sekali. Perasaan malas mungkin sering kali hinggap ketika hendak melakukan
kegiatan belajar. Bahkan jika disuruh memilih tentunya kita ingin segera
menghindari kegiatan belajar dan lebih tertarik melakukan kegiatan lain yang
lebih menyenangkan seperti bermain, jalan-jalan dan bercanda. Kegiatan belajar
mungkin merupakan aktifitas yang paling tidak diminati.
Apabila
permasalahan malas belajar terus berlanjut, maka akan berakibat fatal bagi
perkembangan diri kita. Kita bisa menjadi tidak cakap dalam berbagai hal,
terutama hasil belajar dan bisa terancam mengalami kegagalan dalam menempuh
studi. Permasalahan malas belajar harus diatasi. Inti mengatasi malas belajar
adalah bagaimana membuat proses belajar dapat mendatangkan cita rasa manfaat
dan kegunaan utama yang dapat langsung merangsang, menantang dan memuaskan
kita.
Ada beberapa langkah-langkah
untuk mengatasi malas belajar, yaitu:
1.
Berani membangun mimpi
Bila ingin
menjadi orang sukses dan orang besar, kita harus mampu membangun mimpi atau
cita-cita atau harapan besar yang akan diraih di kemudian hari. Dengan adanya
mimpi dan cita-cita yang tertanam, tentu kita akan memusatkan perhatian pada
cara-cara mencapai mimpi tersebut. Dengan kata lain, akan memotivasi diri kita
untuk melakukan proses belajar untuk meraih mimpi tersebut. Kita juga akan
terpacu mencari cara mengatasi rintangan yang menghambat meraih mimpi kita.
2.
Keinginan untuk memiliki nilai plus
Memiliki
kelebihan atau kepandaian melebihi teman-teman tentu suatu kebanggan. Untuk
itu, kita dituntut untuk belajar lebih giat lagi untuk mengungguli teman-teman.
Kita harus mampu mencari cara belajar yang baik untuk memudahkan penguasaan
pelajaran. Tugas kita adalah mencari jurus pamungkas yang jitu untuk menelan
pelajaran dengan efektif.
3.
Memiliki rasa percaya diri
Rasa
percaya diri adalah sumber energi yang besar untuk terus memusatkan perhatian
pada pelajaran. Kita perlu menanamkan keyakinan mampu mempelajari dan
mengerjakan bagaimana sulitnya pelajaran yang dihadapi. Keyakinan dalam hati
akan membuat diri kita bekerja keras untuk mewujudkan keyakinan kita. Rasa
optimis dan berpikir positif wajib ditumbuhkan dalam hati sanubari kita.
4.
Antusias dan cinta pada pelajaran
Dalam
belajar dibutuhkan perasaan yang kuat dan teguh untuk mendorong diri sendiri
melakukan kegiatan belajar. Untuk membangkitkan minat dan perhatian pada
pelajaran secara terarah, maka kita bisa mempergunakan perangsang seperti untuk
apa kita belajar ini? Dan bagaimana cara mempelajarinya?. Pertanyaan tersebut
berarti kita berusaha untuk menggiring dan memfokuskan perhatian secara terarah
pada tujuan untuk mempelajari suatu materi pelajaran. Dengan mengembangkan
perhatian secara terpusat, bisa membangkitkan minat belajar dan merasa
tertantang untuk mempelajari pelajaran lebih lanjut. Timbulnya minat dan
berkembangnya keinginan untuk menguasai kecakapan tertentu dari hasil proses
belajar tentu menjadi motif yang cukup kuat bagi kita untuk memotivasi diri
melakukan pembelajaran.
5.
Menentukan target pencapaian tingkat
prestasi jangka pendek maupun panjang
Untuk
mendorong giat dan focus belajar, sebaiknya kita membuat rencana tahapan
pencapaian tujuan belajar. Misalnya, setiap belajar harus mampu menguasai dan
mempraktikkan pengetahuan yang dipelajari. Dengan menentukan target tujuan
prestasi secara bertahap semakin jelas bagi kita mana yang harus dikerjakan
terlebih dahulu dan belajar terarah. Selain itu, adanya target tujuan prestasi
belajar akan member sugesti, memotivasi, merangsang, dan menantang kita untuk
giat belajar.
6.
Belajar aktif
Kita harus
dapat belajar aktif dan terarah untuk menghilangkan kejemuan atau kemalasan
dalam belajar. Kita harus dapat terlibat aktif secara kognitif, afektif dan
psikomotor dalam belajar. Musuh terbesar dalam belajar adalah ketidakmampuan
kita untuk konsentrasi belajar. Untuk mengatasi hal itu, kita mutlak harus bisa
belajar aktif. Belajar aktif maksudnya mengarahkan, menggerakkan, dan
mengendalikan proses penalaran, sikap dan tindakan pada suatu tujuan penelaahan
materi pelajaran secara kritis. Cara belajar aktif antara lain aktif bertanya secara
detail hal-hal yang berkaitan dengan pembahasan materi pelajaran kepada guru
dan orang tua, dan aktif berbuat/ mempraktikkan materi pelajaran yang
dipelajari
7.
Mengatur waktu belajar yang efektif
Apabila
ingin sukses belajar, maka kita harus mampu mengatur belajar yang efektif.
Untuk mengatur waktu belajar yang efektif, maka perlu diperhitungkan, antara
lain disesuaikan dengan keinginan belajar sendiri, jangan berbenturan dengan
keinginan-keinginan lain yang lebih dominan seperti nonton film, dan perhatikan
kondisi fisik dan psikis harus dalam kondisi siap belajar atau keadaan segar
bebas dari rasa lelah, mengantuk, rasa lapar, gangguan penyakit, dan rasa
marah.
8.
Menyiapkan suasana lingkungan yang kondusif
untuk belajar
Suasana
lingkungan dimana kita belajar sangat berpengaruh terhadap aspek psikis kita
yang hendak melakukan belajar. Suasana lingkungan yang buruk dapat membuat kita
tidak produktif untuk belajar karena kita merasa tidak nyaman dan aman untuk
belajar. Karena itu, kita tidak boleh mengabaikan kondisi lingkungan
dimana kita belajar. Kita harus mendapatkan suasana lingkungan yang kondusif
untuk belajar. Untuk itu, kita perlu benahi, menata dan membina; suasana harus
nyaman dan aman, bebas dari suara berisik, ruangan belajar harus tertata rapi,
menjaga keharmonisan hubungan antaranggota keluarga, dan menciptakan nuansa
kebersamaan dan keceriaan dalam keluarga.
9.
Mengembangkan kualitas pergaulan
Kita harus
mampu mengembangkan kualitas pergaulan agar memberi kontribusi perkembangan
diri pribadi pada arah yang positif. Untuk menentukan kualitas pergaulan dan
kegiatan dalam pergaulan, maka kita harus menentukan antara lain; mutu kegiatan
yang bagaimana yang pantas dikembangkan dan bagaimana kita membagi waktu antara
belajar dengan bergaul. Agar kita mampu bergaul dengan baik, maka harus mampu
mengembangkan kelebihan-kelebihan khusus yang member citra pada diri kita.
Kelebihan tersebut bisa bersumber dari bakat, hobi maupun kreatifitas. Dengan
kelebihan tersebut kita akan mendapat tempat khusus dan dijadikan simbol,
panutan dan pemimpin dalam kelompok. Selain itu, juga untuk member pengaruh,
mengarahkan, dan mengendalikan arah pergaulan teman kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar